Titik terakhir.
Setelah perpisahan tanpa kata-kata terjadi.
Aku terdiam.
Merasakan trauma yang teramat sangat menyakitkan.
Aku takut.
Aku tidak berani membuka diriku kepada orang lain.
Aku takut kelak kejadian sama akan terulang kembali.
Percayalah.
Setelah semua kejadian tersebut aku tersadar.
Berpisah bukanlah solusi yang tepat.
Disaat perasaan dan raga masih ingin bersatu.
Namun, ego lebih besar dari segalanya.
Maaf.
Hanya itu saja yang bisa aku ungkapkan.
Aku sudah berusaha mencarimu.
Aku sudah berusaha meyakinkan diriku bahwa kamu akan kembali.
Aku sudah berusaha meyakinkan diriku bahwa kamu masih menyayangiku.
Namun,
Jika memang kita tidak dapat bersatu kembali.
Aku akan tetap menjadikan dirimu sosok tempat ku bersandar.
Di segala sesuatu yang terjadi kepadaku.
Kamu akan tetap menjadi orang baik dalam kisah ini.
Biarkan aku yang menjadi peran jahat dalam kisah ini.
Berharap akan hal yang tidak mungkin terjadi.
Menunggu hal yang tidak pasti.
Menjadi kebiasaanku setelah kehilanganmu.
Harus bagaimana lagi caranya agar aku bisa bersama denganmu lagi.
Aku sudah berada pada titik terakhir.
Aku ingin menyerah saja pada keadaan.
Biar saja waktu yang menentukan arah takdir kita akan menuju kemana.
Komentar
Posting Komentar